BPBD Provinsi Bengkulu- Peringatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Bengkulu telah sukses terselenggara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu telah melaksanakan Apel HKB yang dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah sebagai Pembina Apel.

Simulasi pembuatan tenda dapur umum hanya dengan waktu 15 menit oleh tim BPBD
Pengecekkan Dapur Umum oleh Gubernur Bengkulu dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu 

“Kesiapsiagaan bencana ini harus kita syiarkan. Sadar tidak sadar, kita hidup dalam lingkungan bencana. Mengurangi resiko bencana bersama-sama melakukan langkah merawat lingkungan,” katanya usai menjadi pembina Apel.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi, M.Pd menegaskan, Hari Kesiapsiagaan Bencana ini kita jadikan sebagai pengingat untuk selalu siaga dan siap dalam menghadapi bencana apapun.

“Apel ini merupakan pengingat kita bahwa bencana dapat terjadi dalam bentuk apapun. Kesiapsiagaan bencana bukanlah seremonial, tetapi ini merupakan hal penting yang harus di terus disampaikan kepada masyarakat. Bukan hanya kita mempu dalam menangani pada saat setelah bencana, tetapi kita harus siap sebelum bencana terjadi,” ungap Rusdi.

Rusdi menambahkan, siap siaga dalam menghadapi bencana ini berkaitan dengan semua pihak dan lapisan masyarakat. Untuk itu melalui HKB ini diharapkan semua lapisan masyarakat mengingat pentingnya siaga sebelum bencana dan tangguh dalam menghadapi bencana.

“Siap menghadapi bencana ini berkaitan erat dengan semua lapisan, baik itu instansi terkait seperti SAR, PMI, masyarakat dan semua pihak. Jadi siap siaga bencana ini harus kita lakukan bersama-sama, seperti pencegahan banjir dan tanah longsor, hingga gempa dan Tsunami. Siaga bencana ini harus terus disosilisasikan, sehingga membangun kesadaran kita semua akan kebencanaan ini,” jelas Rusdi.

Simulasi Tanggap Bencana

Peringatan Puncak HKB yang  dipusatkan di Halaman Kantor BPBD Provinsi Bengkulu ini menampilkan simulasi persiapan menghadapi bencana, mulai dari pemasangan tenda dengan waktu 15 menit untuk dapur umum, simulasi memasak, dan simulasi penggunaan mobil komunikasi.

Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah menyaksikan bagaimana sigap dan tangkasnya petugas siaga bencana BPBD saat membuat tenda untuk dapur umum jika terjadi bencana. Hanya dalam waktu 15 menit tenda besar dapur umum siap digunakan. Kemudian Gubernur juga mengecek peralatan masak dan air dapur umum. Bukan hanya itu, komunikasi mobil (Komob) merupakan mobil yang memiliki kemampuan sebagai pemancar sinyal jika terjadi bencana, sehingga komunikasi tetap dapat berjalan meski sedang terjadi bencana.

“Dengan mobil ini komunkasi tetap dapat berjalan lancar meski sedang terjadi bencana. Mobil ini memancarkan sinyal langsung dari satelit. Karena biasanya jika ada bencana, sinyal pada alat komunikasi dapat terganggu. Dengan mobil ini komunkasi tetap dapat dilakukan, sehingga lokasi bencana tidak terisolir,” jelas Kasubbid Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu, Indi Sastra Wijaya, SE.