BPBD PROVINSI BENGKULU- Dalam rangka siap siaga bencana di Provinsi Bengkulu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu. MoU ini juga dilakukan oleh beberapa instansi, diantaranya Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, PMI, Badan SAR Nasional Bengkulu dan instansi terkait lainnya, disaksikan oleh Gubernur Bengkulu diwakili Staf Ahli Gubernur Dr. Soemarno, M.Pd di halaman Perpustakaan IAIN Bengkulu.  

Kepala Pelaksana (BPBD) Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi, M.Pd, kesadaran untuk siap siaga bencana memang harus di siapkan, karena kesiapan menghadapi bencana sangat penting. MoU ini Untuk meningkatkan hubungan baik antar kelembagaan dalam kegiatan penanggulangan bencana. Adapun ruang lingkup siaga bencana ini terdiri dari tiga tahap yaitu pada prabencana, saat bencana dan pasca bencana.

Rusdi menambahkan penanggulangan bencana, membuka paradigma dan cara pandang tentang penanggulangan bencana itu sendiri, dari responsif ke preventif. Untuk selalu menyemangati siap siaga bencana, lahirlah undang-undang Penanggulangan Bencana kemudian dipilih sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, yang dilaksanakan pada tanggal 26 April setiap tahunya.

“Melihat data keterlibatan masyarakat akibat bencana berdasarkan dari data kajian risiko BNPB, maka perlunya kita semua mengambil peran dan tanggung jawab, karena kebencanaan adalah urusan semua pihak. Untuk itu mari kita semua untuk berivenstasi dalam kesiapsiagaan bencana, untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana,” tegas Rusdi.

Sementara itu, Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin, M.M.Ag mengatakan, untuk menghadapi bencana harus disiapkan sedini mungkin. “Bengkulu masuk dalam garis merah rawan bencana, Kampus IAIN termasuk dalam titik berkumpul jika terjadi Tsunami gempa. Ini merupakan cikal bakal kami untuk lebih mencanangkan kesiapsiagaan, mulai dari kampus ini hingg nanti dapat diterapkan di lingkungan masyarakat,” ungkap Pak Rektor.