Tim reaksi cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta akan turun mengecek langsung lokasi yang terkena banjir dan longsor pada 28 April 2019. BNPB dijadwalkan mengecek kawasan Banjir di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menjelaskan turunnya tim dari BNPB ini akan mendampingi BPBD kabupaten/kota untuk melakukan kaji cepat terkait dampak banjir dan longsor yang terjadi di Provinsi Bengkulu.

“Dengan kedatangan BNPB dari pusat ini kita akan didampingi untuk kaji cepat dampak banjir dan longsor, sehingga kita fokus dan terarah dalam melakukan penanganan terhdap bencana alam ini,” jelas Rusdi.  

 Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengimbau ke seluruh Kabupaten/Kota yang terdampak banjir dan longsor menetapkan status siaga bencana atau status darurat. Penetapan status ini bertujuan untuk tindakan penanganan terhadap bencana, seperti logistik dan sarana prasana untuk korban bencana.   

Sementara ini yang telah menetapkan status darurat bencana yakni Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Sedangkan untuk kabupaten/kota yang lain belum menetapkan status bencananya.   Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd meminta agar segera menentukan status bencananya. “Tujuannya agar dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, karena beda status beda pula penanganannya, seperti logistik dan sarana prasarananya,” tegas Rusdi.

Kapolda Bengkulu, Danrem Bengkulu, Bupati Benteng dan Kalak BPBD Provinsi saat meninjau lokasi banjir