Setelah Masa Tanggap Darurat bencana alam banjir dan longsor yang terjadi, Pemerintah Provinsi Bengkulu siap bangkit dan memperbaiki infrastruktur. Hal ini diungkapkan oleh Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE, MT saat meninjau Posko Induk Bencana Banjir dan Longsor di Kantor BPBD Provinsi Bengkulu (2 Mei 2019).

“Status tanggap darurat kita besok (hari ini-red) akan berakhir, tapi ini akan kita rapatkan lagi semoga tidak perlu ditambah. Karena kita harus segera masuk pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi untuk bangkit dan bangun infrastruktur,” jelas Nopian.

Sementara itu, pembangunan insfratruktur yang akan dilakukan yakni sektor pendidikan, jalan, jembatan, pemukiman, pertanian, perkebunan dan peternakan. Pasalnya akibat dari banjir dan longsor yang terjadi selama 7 hari ini telah melumpuhkan sebagian sektor ekonomi.

“Kita harus segera bangkit, mulai perbaikan jembatan, jalan, fasilitas sekoah dan yang lainnya, untuk segera membangkitkan lagi ekonomi kita yang saat ini sebagian besar lumpuh. Yang utama sekali yakni akses jalan dan jembatan harus segera diperbaiki, apalagi dana bantuan dari kementerian, BUMN hingga berbagai pihak sudah mulai kita terima,” ungkap Nopian.

Nopian mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota untuk segera membuat perhitungan kebutuhan pembangunan insfratstruktur. Sehingga kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur yang rusak pasca bencana dapat sesegera mungkin dialokasikan.  

“Maka dari itu penghitungan harus segera dirampungkan, sehingga dapat diketahui dana yang dibutuhkan, dan perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan,” tegas Nopian.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd mengatakan saat ini Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi standby 24 jam untuk mengumpulkan dan menyusun data korban dan kerusakan bencana guna pelaksanaan operasi tanggap darurat.

Kemudian Pusdalops juga mengkoordinasikan pengendalian operasi tanggap darurat dalam rangka penyelamatan darurat korban, mengerahkan secara optimal seluruh potensi penanggulangan bencana  seperti alat, logistik dan personil. 

“Pusdalops kita di Posko Utama BPBD Provinsi siaga 24 jam untuk koordinasi ke kabupaten/kota terkait pendataan dan pengelolaan data baik data korban, kebutuhan logistik, data kerusakan. Hasil rekapan data Pusdalops ini sangat penting, baik mulai dari tahap untuk penanganan pasca bencana dan penghitungan hingga

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bengkulu siaga 24 jam