Terkait dengan bencana alam banjir yang terjadi 26 April 2019 lalu, Gubernur Bengkulu DR. H
Rohidin Mersyah memperingati developer perumahan untuk memperbaiki dan membangun drainase perumahan yang terkoneksi.

“Banjir yang terjadi salah satu penyebabnya berkurangnya daerah serapan air yang dibangun perumahan dengn sistem drainase yang kurang baik. Untuk itu kami memberikan surat edaran kepada Kabupaten/Kota untuk memperingati developer memperbaiki drainase perumahan tersebut lebih terkoneksi sehingga jika hujan, airnya dapat tertampung,” tegas Gubernur saat Safari Ramadhan di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara (17/18).

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga alam agar terhindar dari bencana alam, sesuai selogan kebencanaan Jaga Alam Jaga Kita.

“Tidak bisa dipungkiri bencana alam merupakan bentuk kemarahan alam kepada kita, maka dari itu mari kita jaga alam maka alam juga akan menjaga kita salah satunya dengan reboisasi, satu orang menanam 1 pohon di pekarangan saja ini sudah membantu menambah daerah serapan air,” tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan, Bupati/Walikota agar kembali menghidupkan gerakan menanam pohon mulai dari pekarangan rumah.
“Menanam pohon
satu orang 1 batang, jika ini dilakukan maka kita akan merasakan nikmatnya dikemudian hari,” ungkap Gubernur.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menjelaskan
rehab rekon akan segera dilakukan untuk mengembalikan infrastruktur pasca bencana banjir dan tanah longsor.

“Tim Jitu Pasna sedang disusun, nantinya akan mengkaji kebutuhan pasca bencana. Hasil kajian ini nantinya akan menjadi dokumen penting digunakan oleh pemerintah, organisasi dan lembaga terkait lainnya dalam perbaikan infrastruktur,” jelas Rusdi.