Penyaluran bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor Bengkulu masih terus berdatangan. Kali ini dari Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu yang tinggal di Jakarta berkoordinasi dengan Pos Terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terkait lokasi yang akan diberikan bantuan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi Bakar, M.Pd mengatakan bantuan hingga saat ini masih terus berdatangan, baik dari pemerintahan, BUMN hingga organisasi atau yayasan.

“Pada prinsipnya kami (BPBD) selalu siap untuk membantu donatur menyalurkan bantuan korban banjir dan longsor, termasuk memfasilitasi kendaraan untuk angkutan saat menyalurkan bantuan,” ungkap Rusdi.

Adapun bantuan yang masuk saat ini didominasi dengan peralatan sekolah, kasur, tikar, alat kebersihan dan beberapa paket sembako.

Ketua Tim Penyaluran Bantuan Banmus Masyarakat Bengkulu di Jakarta, Ibu Nana mengatakan sesuai dengan hasil koordinasi dengan BPBD, bantuan yang mereka bawa akan disalurkan ke Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu. 

“Alhamdulillah kita dibantu BPBD dalam penyaluran bantuan ini. Barang bantuan yang kami bawa ini juga sudah lebih dulu kita koordinasikan berdasarkan kebutuhan saat ini seperti peralatan sekolah, karpet masjid dan 100 paket sembako,” jelas Nana.

Rencananya bantuan akan disalurkan pada Minggu (26/5)dan Senin (27/5) ke kabupaten yang telah ditentukan. 

Kedatangan pengurus Banmus Masyarakat Bengkulu di Jakarta ini didampingi oleh Kepala Badan Penghubung Jakarta Ferry Ernes Farera, S.STP, M.Si, menjelaskan bantuan yang disalurkan oleh masyarakat Bengkulu yang tinggal di Jakarta sebelumnya sudah disampaikan ke BPBD berupa uang tunai.

” Kita juga bukak posko di Badan Penghubung di Jakarta, uang tunai yang terkumpul sudah kita serahkan ke BPBD Provinsi beberapa waktu lalu, sebagian ada yang melalui rekening Bank Mandiri-BPBD Peduli Bencana Bengkulu, kali ini tim masyarakat Bengkulu di Jakarta turun langsung menyerahkan barang bantuan ke Bengkulu,” ungkap Ferry.

Sekedar mengingatkan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Bengkulu melanda 8 kabupaten dan 1 Kota. Yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah termasuk kawasan terparah yang terdampak banjir longsor, kemudian Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur. Dengan 25 orang meninggal dunia dan 3 orang hingga saat ini masih dinyatakan hilang.