Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah melakukan ekspos terkait kebencanaan di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjend Doni Monardo di Kantor BNPB Jakarta pada Selasa (25/6). 

Gubernur menyampaikan hasil penilaian kerusakan, kerugian dan perkiraan kebutuhan penanggulangan pasca bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu. Bencana yang terjadi di Bengkulu mengakibatkan beberapa kerusakan dan kerugian di antaranya, sektor infrastruktur senilai Rp. 280 miliar dengan perkiraan kebutuhan sekitar Rp. 1 triliun. Pada sektor perumahan/permukiman senilai Rp. 111 miliar dengan perkiraan kebutuhan Rp. 50 miliar.

Sektor ekonomi produktif senilai Rp. 63 miliar dengan perkiraan kebutuhan hingga Rp. 76 miliar. Untuk sektor sosial sebesar Rp. 10 miliar dengan perkiraan kebutuhan senilai Rp. 5,5 miliar. Sedangkan untuk lintas sektor senilai Rp. 44 juta dengan perkiraan kebutuhan hingga Rp. 309 juta. Dari keseluruhan tersebut, diperkirakan total prakiraan kebutuhan mencapai Rp. 1,1 triliun.

Dalam mencukupi kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan anggaran untuk penanganan pascabencana dari empat sumber, yakni APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN dan Hibah melalui BNPB.

Gubernur juga memaparkan rencana aksi, rehabilitasi dan rekontruksi yang akan dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Hasil pembahasan ini, akan mematangkan rencana aksi, rehab dan rekon dengan data-data yang valid dan terverifikas, sesuai dengan kewenangan maaing-masing, terutama terkait dengan bantuan stimulan perumahan yang akan disampaikan oleh BNPB,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo Monardo menegaskan, akan terus membantu, mengawal proses rehabilitasi dan rekontruksi daerah terdampak bencana Provinsi Bengkulu.

“Untuk itu mari  seluruh unsur tidak hanya melihat sekarang, tetapi juga  melihat lima, sepuluh, sampai tahun-tahun ke depan. Bagaimana mengubah perilaku manusia agar bisa selamat dari bencana.  hanya bisa dilakukan dengan menjaga keseimbangan hidup, baik vertikal maupun horizontal. Selain itu juga memperbanyak hubungan dengan alam, karena dengan Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” ungkap Letjend Doni.

Ekspos Gubernur Bengkulu di BNPB ini dihadiri oleh Bupati dan Walikota didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota daerah terdampak bencana. Dihadiri pula oleh para deputi BNPB RI, Kementerian PU, Kementerian Sosial dan beberapa kementerian terkait.

Untuk diketahui, akibat becana banjir dan longsor yang terjadi pada 26 April 2019 telah memakan korban meninggal dunia sebanyak 25 jiwa, korban hilang tiga jiwa, jumlah pengungsi sebanyak 13.728 jiwa, luka-luka empat jiwa, penduduk rentan 22.820 dan total terdampak hingga 45.142 jiwa.