Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terus melakukan pemantauan pasca peringatan Dini Tsunami akibat Gempa berkekuatan 7,4 SR dengan kedalaman 10 km pada 7,54 LS 104,58 BT yang mengguncang beberapa wilayah di Indonesia termasuk Bengkulu pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB. 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi, M.Pd mengatakan akibat Gempa 7,4 SR ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami hingga pukul 21.30 WIB. Untuk itu BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota melakukan pemantauan.

“Meski peringatan Tsunami telah dinyatakan berakhir, tim BPBD tetap standby di Pusdalops (pusat pengendali dan operasi penanggulangan bencana) BPBD Provinsi, bahkan tim ada yang langsung turun ke pantai melihat kondisi laut,” jelas Rusdi.

Sementara itu, pada saat peringatan Dini Tsunami dikeluarkan oleh BMKG tim BPBD Provinsi Bengkulu langsung memantau monitor pantauan bencana di Pusdalops Kantor BPBD Provinsi dan sebagian tim turun ke pantai memantau kondisi air laut.

Adapun kawasan yang diguncang gempa 7,4 SR dan berpotensi Tsunami pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB yakni Banten, Lampung, Jawa Barat dan Bengkulu. Namun pada pukul 21.30 BMKG mengumumkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah tersebut telah berakhir. 

Kasubbid Tanggap Darurat dan Kabubbid Peralatan bersiap mengecek kondisi Pantai Saat Peringatan Dini Tsunami diumumkan BMKG