Provinsi Bengkulu menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir longsor 26 April tuntas tahun 2020-2021. Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat membuka Rapat Koordinasi Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Banjir dan Longsor tingkat Provinsi Bengkulu, Senin (26/8) di ruang Pola Provinsi.

“Rehab rekon pasca banjir dan longsor Bengkulu lebih simpel karena kerusakan objek berdiri sendiri, selain itu bencana kita tidak sebesar di Palu, Lombok dan Sulawesi, maka dari itu tahun 2020-2021 penanganan pasca bencana ditargetkan tuntas,” tegas Gubernur. 

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menjelaskan jika kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana untuk setiap sektor sudah hampir rampung dan segera disampaikan ke BNPB RI agar dapat diproses lebih lanjut. 

“Berkas segera kita serahkan ke BNPB agar dapat diproses sehingga tahun depan rehab rekon dapat berjalan dan segera tuntas,” jelas Rusdi.

Rakor R3P ini membahas finalisasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang akan disampaikan ke BNPB RI.

Adapun Rakor R3P Provinsi Bengkulu ini dihadiri oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI, Ir. Rifai, MBA, Sekretaris Daerah Provinsi sekaligus Exofficio BPBD Provinsi Nopian Andusti, SE, MT. Diikuti oleh peserta dari BPBD Kabupaten/Kota, OPD diantaranya PUPR, Dinas Sosial, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian.