Untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan sosialisasi mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara. 

Adapun desa yang terpilih menjadi Desa Tanggguh Bencana yakni Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko yang telah dilakukan pertemuan pertama pada Selasa (26/8).  Kemudian Di Kabupaten Bengkulu utara ditetapkan Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau pertemuan awal telah dilaksanakan pada Kamis (29/8). 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkuku Drs. Rusdi Bakar, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan jika Desa Tangguh Bencana sangat penting untuk mitigasi bencana mengurangi resiko akibat bencana, termasuk mengurangi korban jiwa.

“Selain membentuk Destana untuk mitigasi bencana ini juga akan dibentuk 1500 relawan tangguh bencan setiap desa. Ilmu menghadapi bencana ini sangat penting, untuk itu semua pihak mulai dari pemerintahan, pengusaha hingga masyarakat harus berperan aktif,” jelas Rusdi.

Rusdi menegaskan, jika pembentukan Destana dan Relawan Tanggap Bencana bukan kegiatan seremonial, karena kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan dianggarkan untuk sosialisasi dan pembinaannya.

“Ini penting dan akan berkelanjutan serta masuk dalam anggaran,” tegas Rusdi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Supadi, S.IP mengapresiasi pembentukan Destana mengingat pentingnya ilmu kebencanaan mengingat Bengkulu Utara salah satu daerah yang masuk rawan bencana.

” Belajar dari bencana 26 April lalu Bengkulu Utara sedikit kewalahan menghadapi banjir dan longsor, terutama mengenai data korban dan informasi dampak kebencanaan, untuk itu diharapkan dengan adanya Destana berperan aktif terutama saat terjadi bencana, sehingga jika masyarakat menguasai ilmu menghadapi bencana dapat melakukan penyelamatan mengurangi korban jiwa jika terjadi bencana,” tegas Supadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pra Bencana BPBD Provinsi Ir. Samsudin, M.Si menjelaskan pertemuan awal kegiatan pembentukan Destana akan dilanjutkan dengan pelatihan hingga simulasi di lokasi desa terpilih.

“Ini pertemuan awal, selanjutnya akan dilakukan pertemuan dan pelatihan berikutnya di desa tersebut, seperti membuat peta rawan bencana, simulasi praktek lapangan. Tujuannya agar masyarakat di desa siap tanggap tangguh dan tangkas dalam menghadapi bencana,” jelas Samsudin.

Hadir dalam pembentukkan Destana  yakni Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko Syahrizal, SH, TNI, Kepolisian diikuti oleh warga dan fasilitator Destana. 

Pembukaan materi dan pembukaan pertemuan awal Pembentukkan Destana Bengkulu Utara
Kalaksa BPBD Mukomuko Syahrizal, SH
Kalaksa BPBD Bengkulu utara Supadi, S.IP
Pertemuan awal pembentukan Destana Kabupaten Mukomuko