Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu memberikan bantuan sembako dan family kit untuk korban banjir dan abrasi air laut di Desa Padang Bakung dan Muara Maras Kabupaten Seluma.

Penyerahan bantuan dilaksanakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Drs. Rusdi Bakar, M.Pd kepada BPBD Kabupaten Seluma di Kantor BPBD Provinsi Bengkulu (31/10).

” Bantuan ini dari Gubernur Bengkulu melalui BPBD. Diharapkan bantuan dapat membantu kebutuhan sebako dan pakaian korban banjir,” ungkap Rusdi Bakar.

Sementara itu Kabid Logistik BPBD Provinsi H. Hidayat menyampaian adapun bantuan yang diberikan diantaranya paket lauk pauk, paket tambahn gizi, paket perlengkapan bayi, perlengkapan keluarga, matras, selimut, paket siap saji.

“Ada 17 item bantuan yang diberikan, mulai dari makanan siap saji hingga peralatan kebersihan. Bantuan akan disalurkan oleh BPBD Kabupaten Seluma kepada korban banjir,” jelas H. Hidayat.

Untuk diketahui, Kejadian Bencana Banjir Dan Abrasi Air Laut terjadi di Desa Padang Bakung Dan Muara Maras Kec. SAM Kab. Seluma.

Banjir terjadi sejak 28 Oktober 2019, dengan kronologi kejadian terjadi banjir dan Abrasi Air laut dikarenakan tingginya gelombang air laut yang mengakibatkan banjir hingga menggenangi rumah warga Dan mengakibatkan beberapa rumah rusak.

Akibat banjir dan abrasi air laut ini sebanyak 36 KK terdampak, dengan rincian di Desa Bakung 13 kk, Muara Maras 19 kk. Dengan rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 32 rumah yakni diDesa padang Bakung 4 rusak berat, 9 rusak ringan, di Desa muara Mara’s 5 rusak ringan, 14 rumah terdampak (tergenang).

Berdasarkan data yang diterima Pusdalops BPBD Provinsi Bengkulu Adapun upaya yang telah dilakukan
Tim TRC ( tim reaksi cepat) BPBD Kabupaten Seluma melakukan pemetaan di lokasi bencana banjir dan abrasi air laut sekaligus memberikan bantuan logistik berupa Paket tas keluarga, Makanan instan, Beras, Tikar, Sarden,gula pasir dan Air mineral.

Ditekomendasikan Apabila terjadi abrasi air laut dan intensitas hujan deras di daerah tersebut yang cukup lama diperkirakan bencana yang sama akan terjadi kembali. Perlu dibuat pemecah gelombang air laut agar gelombang tinggi tidak sampai ke pemukiman warga Dan analisa mendalam diperlukan untuk kemunginan relokasi pemukiman di pesisir pantai.