Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melaksanakan rapat koordinasi bersama BPBD Kabipaten/Kota, Polda, Brimob, Lanal, Korem dan instansi terkait untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Provinsi Bengkulu sejak akhir Desember 2019 hingga Bulan Maret 2019 mendatang.

Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Drs Rusdi Bakar, M.Pd menyampaikan, koordinasi dilakukan untuk siaga benca akibat cuaca ektrem yang diperkiran akan terjadi hingga Bulan Maret mendatang.

“Hasil koordinasi berdasarkan prediksi cuaca oleh BMKG Fatmawati Bengkulu, wilayah Provinsi Bengkulu masuk dalam zona merah yang artinya kita saat ini siaga bencana,” jelas Rusdi.

Pertamuan tersebut memebahas beberapa hal, yakni Kabupaten/Kota diminta segera membentuk posko siaga bencana tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa yang memiliki potensi bencana. Kemudian mempersiapkan peralatan komunikasi permanen agar tidak terganggu saat terjadi bencana. Selanjutnya klaster penanggulangan bencana diminta siaga, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam menghadapi kebencanaan diminta melakukan penyusunan rencana kontijensi sesuai dengan ancaman dbencana diaetiap daerah. Dan baik provinsi hingg kabupaten/kota mengalokasikan anggaran belanja tak terduga yang cukup dan siap digunakan jika terjadi keadaan darurat.

Dalam pertemuan ini Kepala Bidang Pra Bencana BPBD Provinsi Bengkulu, Ir. Samsudin adapun dasar pertemuan ini sesuai surat Mendagri terkait kesiapsiagaan bencana dan surat BNPB RI mengenai persiapan dini menghadapi bencana.

“Rapat ini akan menjadi bahan untuk kabupaten/kota dan instansi terkait dalam menghfapi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG,” ungkap Samsudin