Informasi Covid-19 pada 15 April 2020 di Provinsi Bengkulu jumlah kasus yang dinyatakan sehat meningkat dari data 14 April sebanyak 382 sehat menjadi 406 orang.

Sedangkan untuk jumlah kasus positif masih sama sebanyak 4 kasus dengan rincian 1 orang meninggal dunia, 1 orang dirawat di rumah sakit dan 2 orang isolasi mandiri di rumah.

Adapun jumlah Orang Dengan Pengawasan (ODP) pada 15 April berjumlah 554 kasus, Pasien Dengan Pengawasan (PDP) 17 kasus. Dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 8 orang, ODP 1 orang, PDP 6 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd mengimbau agar seluruh masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, rajin cuci tangan dan gunakan masker jika harus keluar rumah.

“Yang sangat dikhawatirkan saat ini penularan virus corona dari orang tanpa gejala (OTG), untuk itu mari kita bersama memutus mata rantai penyebarannya dengan ikuti anjuran untuk tetap di rumah dan jaga kebersihan,” tegas Rusdi.

Sementara itu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Tim Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu melakukan berbagai upaya yakni setiap hari melakukan penyemprotan Disinfektan pada fasilitas umum, perkantoran hingga rumah warga dan melakukan pendataan pergerakan orang/penumpang melalui jalur darat, laut dan udara.

Kemudian melakukan edukasi terkait penanganan Covid-19 kepada jemaah masjid dan masyarakat serta melakukan penanganan prosedural terhadap pendatang dari daerah Zona Merah ke Bengkulu.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Edi Susanto B, S.Sos, MM memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ini bekerjasama dengan semua pihak diantaranya PMI, MDMC dan OPD terkait senagai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu.

“Gerakan upaya pemutusan penyebaran Virus Corona ini harus didukung semua pihak. Penyemprotan Disinfektan secara menyeluruh mulai dari kota hingga kabupaten pada fasilitas umum hingga rumah warga merupakan upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus,” ungkap Edi.