Asrama Balai Latihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bengkulu akan diubah menjadi tempat karantina mandiri non perawatan Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 dan Karantina Pelaku Perjalanan.

Untuk itu BPBD Provinsi Bengkulu bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP dan tim kesehatan Dokes Polda Bengkulu sebagai tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu melakukan pengecekkan Asrama Bapelkes Sabtu (25/4).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar menjelaskan pengecekkan Bapelkes dilakukan untuk perisapan karantina mandiri bagi ODP dan OTG Covid-19.

“Sesuai perintah Bapak Gubernur (Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19) untuk mempersiapkan pelonjakan jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Bengkulu harus dipersiapkan rencana lokasi karantina, mengingat isolasi mandiri yang dilakukan ODP harus didukung dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat segera sembuh,” jelas Rusdi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menjelaskan di Bapelkes sebanyak 60 kamar dipersiapkan untuk penanganan Covid-19, dengan fasilitas kamar disediakan Televisi, AC, kamar mandi dan halaman untuk berjemur dan berolah raga.

“Kondisi Bapelkes ini akan dilengkapi lagi kebutuhan untuk krantina sesuai standar penanganan Covid-19,” ungkap Herwan.

Direncanakan di Bapelkes juga akan disiapkan perawat dan dokter yang akan memantau langsung kondisi ODP dan OTG Covid-19 dengan melakukan rapid tes dan tes lainnya sesuai standar penanganan Covid-19.

Kombes. Pol. dr. Diah Yamini mengatakan penyediaan lokasi karantina mandiri non perawatan ini sudah menjadi kebutuhan mutlak setiap wilayah mengingat ODP maupun OTG dan pelaku perjalanan yang membutuhkan tempat karantina ditambah lagi pasikososial masyarakat dan kondisi rumah pribadi yang tidak memungkinkan untuk melakukan karantina mandiri.

“Dengan tersedianya tempat karantina ini permasalahan yang dihadapi oleh ODP dan pelaku perjalanan yang membutuhkan tempat karantina mandiri dan memenuhi kebutuhan makan dan penanganan medis akan teratasi,” tegas Kombes Diah Yamini.