Penulis: kperencana

Pelatihan TRC BPBD Untuk Bengkulu Tangguh Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menuju Bengkulu Tangguh saat menghadapi bencana.  Dalam Sambutannya Sekda Provinsi Bengkulu sekaligus ex officio BPBD Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, SE, MT menegaskan, pelatihan tim TRC ini diharapkan membentuk sebuah tim yang cepat dan tanggap saat terjadi bencana. “Belajar dari pengalaman bencana kemarin (banjir longsor 26 April 2019-red), dengan adanya TRC diharapkan penanganan bencana akan lebih baik lagi dan dalam menghadapi bencana kita akan lebih siap lagi,” tegas Nopian Andusti.  Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi...

Read More

BPBD Salurkan Bantuan Untuk Kebakaran Bumi Ayu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Simpang Bumi Ayu. Bantuan diterima langsung oleh Heri Sumantri, Ketua RT 06. RW 02.  Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Drs. Rusdi, M.Pd mengatakan bantuan untuk korban kebakaran di Simpang Bumi Ayu sudah disalurkan. Diharapkan bantuan dapat mengurangi sedikit beban dan bermanfaat bagi korban kebakaran.  “Waktu saya dihubungi oleh warga setempat katanya membutuhkan pakaian dan makanan, saya langsung meminta bidang logistik  mempersiapkan bantuan apa yang dapat diberikan segera untuk korban kebakaran Bumi Ayu, dan Alhamdulillah bantuan sudah diberikan ke lokasi. Atas kebakaran ini kami keluarga besar  BPBD Provinsi...

Read More

Belajar Kebencanaan, Mahasiswa UMB Kunjungi BPBD

Sebanyak 33 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) jurusan Kesehatan Masyarakat melakukan studi lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu pada Kamis (27/6). Kedatangan mahasiswa ini langsung disambut oleh Kepala Bidang Logistik Aidil Fitriansyah, S.Psi, M.Si didampingi Kasubbid Logistik Zukriadi, STP dan Kasubbid Peralatan Yansari, SH.  “Saat ini masalah kebencanaan sudah menjadi kurikulum mata kuliah di universitas, dan memang sudah selayaknya ada pengenalan bagaimana bentuk persiapan kebencanaan kita seperti logistik dan peralatan menghadapi bencana,” jelas Kabid Logistik Aidil Fitriansyah. Aidil menambahkan, masalah kebencanaan memang sudah selayaknya menjadi prioritas semua pihak, mengingat Bengkulu masuk zona rawan bencana, sehingga...

Read More

Kabupaten/Kota Dideadline Serahkan Data Kebutuhan Bencana 3 Juli

Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan deadline kabupaten/kota yang terdampak banjir untuk menyerahkan penghitungan kebutuhan pasca bencana pada 3 Juli 2019.  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, ST, MT memimpin langsung rapat koordinasi rencana percepatan pelaksanaan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (R3PB) di kantor BPBD Provinsi Bengkulu pada Selasa (25/6).   Dalam rapat tersebut Nopian menegaskan agar kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor untuk segera menyerahkan data pasti kebutuhan rehabiltasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.  “Bagi Kabupaten/Kota yang lambat dan tidak menyerahkan data kebutuhannya sesuai jadwal yang disepakati tidak dapat ditunggu. Untuk kebutuhan bencananya akan menjadi tanggung jawab...

Read More

Gubernur Bengkulu Ekspos Kebutuhan Pasca Bencana di BNPB

Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah melakukan ekspos terkait kebencanaan di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjend Doni Monardo di Kantor BNPB Jakarta pada Selasa (25/6).  Gubernur menyampaikan hasil penilaian kerusakan, kerugian dan perkiraan kebutuhan penanggulangan pasca bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu. Bencana yang terjadi di Bengkulu mengakibatkan beberapa kerusakan dan kerugian di antaranya, sektor infrastruktur senilai Rp. 280 miliar dengan perkiraan kebutuhan sekitar Rp. 1 triliun. Pada sektor perumahan/permukiman senilai Rp. 111 miliar dengan perkiraan kebutuhan Rp. 50 miliar. Sektor ekonomi produktif senilai Rp. 63 miliar dengan perkiraan kebutuhan hingga Rp. 76 miliar....

Read More