Untuk meningkatkan keakuratan dan penggunaan data saat terjadi bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI bersama Badan Pusat Statistik dan UNFPA melaksanakan pelatihan kependudukan dan teknologi informasi geospasial untuk penanggulangan bencana di Bengkulu (26-27 September 2019).

Kasubbid data spasial BNPB RI, Soeprapto menjelaskan, kegiatan ini untuk melatih mengestimasi dan menampulkan data dampak bencana dalam bentuk spasial atau peta.

“Data yang sudah ada digunakan untuk mengestimasi dampak bencana,” jelas Soeprapto.

Kalak BPBD Provinsi Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menilai pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat Bengkulu masuk dalam zona merah rawan bencana.

“Pelajaran juga kita ambil saat terjadi bencana banjir dan longsor kemarin. Untuk menyampaikan data kebencanaan masih kurang maksimal. Dengan adanya data geospasial dapat menampilkan data kebencanaan lebih akurat dan lengkap,” ungkap Rusdi.

Pelatihan Penggunaan Data Kependudukan dannInformasi Geospasial untuj Penanggulangan Bencana diikuti oleh peserta dari BPBD Provinsi Bengkulu, BPBD Kabupaten/Kota, BPS, Korem 041 Gamas, Polda, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Diskominfotik, PMI, MDMC.

Peserta pelatihan diberikan materi penggunaan aplikasi QGIS, mulai dari cara memasukkan data wilayah terdampak hingga kondisi lokasi terdampak.

Pelatihan dilaksanakan di Madeline Hotel selama 2 hari yakni 26 hingga 27 September yang dibuka langsung oleh Kalak BPBD Provinsi Bengkuly Drs. Rusdi Bakar, M.Pd.