Tim Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI melakukan monitoring dan evaluasi di Provinsi Bengkulu. Dalam kunjungannya ke BPBD Provinsi Bengkulu tim pengarah yang dipimpin dr. Fuadi Darwis, Mp. H menegaskan Standar Operasional untuk penanganan bencana akan segera diterbitkan.

“Untuk penanganan bencana nanti akan ada SOP nya, saat ini tengah disusun dan akan tuntas. nantinya setiap penanganan bencana akan mengikuti SOP tersebut. Agar penanganan bencana lebih simpel dan praktis,” jelas dr. Fuadi.

Fuadi menambahkan paradigma kebencanaan saat ini mengarah pada  pengurangan resiko bencana. Untuk itu menurutnya peningkatan peralatan menghadapi bencana dan peningkatan Sumber Daya Manusia terkait pemahaman menghadapi bencana juga harus ditingkatkan.

“Untuk itu saat ini dalam menghadapi bencana melibatkan semua pihak, stakeholdernya Pemerintahan, Pengusaha, Masyarakat dan ditambah dengan Akademisi serta media massa, karena bencana itu tanggungjawab kita bersama,” tegas 

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menjelaskan untuk melaksanakan SOP kebencanaan saat ini BPBD tengah menjalin koordinasi dengan TNI dan Kepolisian termasuk PMI dan MDMC.

“Kita sedang merencanakan keterpaduan dengan TNI Polri terkait SOP penanggulangan Bencana. Sudah dijadwalkan kita akan berkoordinasi terkait penanganan dan metode menghadapi bencana,” ungkap Rusdi. 

Untuk diketahui tim monitoring evaluasi BNPB akan mengunjungi kabupaten terdampak banjir dan longsor 26 April 2019 lalu, untuk meninjau lokasi pasca bencana.