Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu turunkan tim dan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Seluas 20 hektar kebun dan sawah di Blok 7 desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Bengkulu Drs. Rusdi Bakar, M.Pd mengatakan tim dari provinsi membantu upaya pemadaman di lokasi kebakaran lahan, selain itu mobil tangki air dan peralatan pemadam api juga dibawa ke lokasi.

“Dari hasil koordinasi kita ke BPBD Benteng pemadaman api masih terus ditangani, untuk itu kebutuhan alat pemadaman api seperti tangki air lengkap dengan alat penyemprot air juga dibawa ke lokasi dan tim BPBD Provinsi juga ikut langsung membantu pemadaman api,” jelas Rusdi.

Persipaan Tim BPBD Provinsi Bengkulu membantu pemadaman Karhutla Benteng

Rusdi menambahkan hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti karhutla di Benteng ini. “Analisa sementara, api sulit kabakaran akibat kemarau Dan angin kencang menyebabkan api mudah tersulut Dan hidup kembali

Untuk diketahui kejadian kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) di Blok 7 desa Pekik Nyaring Kec. Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah telah terjadi selama 5 hari pada 12-17 November 2019.

Akibat dari kebakaran ini Sebanyak 4 ha perkebunan warga rusak dan asap tebal. Adapun upaya yang telah dilakukan yakni
Tim BPBD, Damkar, TNI/Polri beserta warga telah melakukan penyiraman untuk memadamkan api hingga saat ini belum juga bisa dipadamkan dikarenakan peralatan yang minim, titik api berada pada kedalaman 1 meter sehingga sulit dipadamkan.
Kemarau Dan angin kencang menyebabkan api mudah tersulut Dan hidup kembali

Berdasarkan informasi dari Pusdalop BPBD Provinsi Bengkulu peralatan yang dibutuhkan yakni 2 unit alat berat Jenis eskavator untuk membuat siring yang akan memutuskan jalur api. Jika tidak segera dilakukan maka api akan mengancam rumah dan perkebunan warga.