Jembatan Gantung di Cawang Kidau, Desa Bungin Tambung, Padang Guci Putus. Putusnya jembatan ini mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 6 orang masih dalam pencarian dan 17 orang selamat (data Minggu 21.00 WIB).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi Bakar, M.Pd menjelaskan hingga saat ini korban hilang masih dalam pencarian.

“Tim gabungan BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas dan masyarakat setempat saat ini masih melakukan pencarian. Selain itu juga telah mendirikan posko pencarian orang hilang,” jelas Rusdi.

Rusdi menambahkan, dari 17 korban selamat ada yang masih di rawat di rumah sakit atas nama Dili bin Sisan warga Desa Bungin Tambun 3. “Ini merupakan data sementara karena proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung,” ungkap Rusdi.

Adapun kronologis putusnya jembatan gantung di Cawang Kidau, Desa Bungin Tambun, Kecamatan padang Guci ini terjadi pada Minggu (19/1) pukul 15.00 WIB. Pada saat itu jembatan gantung yang berada di atas sungai sedang dilewati oleh warga namun naas jembatan putus mengakibatkan warga hanyut ke dalam sungai yang sedang mengalami kenaikan debit air (banjir bandang). Hingga saat ini telah ditemukan 4 orang meninggal dunia, 6 orang masih dalam pencarian dan 17 orang selamat.

Adapun data korban meninggal dunia akibat putusnya jembatan Gantung Cawang Kidau yakni Emilia binti minut qarga Desa Manau 92 , Yeni binti Kamharudin warga Desa Manau IX 2, Pio bin Didi warga Desa Bungin Tambun dan Peri Rahman bin Tisri Desa Pulau Panggung.

Sementara itu data Korban dalam pencarian sebanyak 6 orang, yakni Mika binti Sus warga Desa Bungin Tambun 3, Intan guspani binti Indi warga Bungin tambun 2, Migi bin Jon armada warga Desa Rigangan, Gok bin junar warga Desa Tanjung Ganti 1, Ipan bin Ujang warga Desa Pulau Panggung, Viki bin Ida warga Desa pulau panggung.