Korban meninggal dunia akibat putusnya Jembatan Gantung di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur bertambah menjadi 10 orang. Bertambahnya korban meninggal dunia ini karena telah ditemukannya 6 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Bengkulu, Drs. Rusdi Bakar, M.Pd mengatakan informasi yang diterima dari BPBD Kaur pada Selasa (21/1) korban meninggal dunia bertambah menjadi 10 orang.

“Dari proses pencarian yang terus dilakukan oleh BPBD Kaur bersama tim (Basarnas, TNi, Polri, Masyarakat) 6 orang yang masih dinyatakan hilang sudah ditemukan meninggal dunia,” jelas Rusdi.

Terkait dengan penyebab putusnya jembatan gantung Kecamatan Padang Guci ini diduga kelebihan kapasitas. “Penyebab putusnya ini sedang dalam pengkajian, tim BNPB RI Jakarta juga sudah turun ke lokasi.,” ungkap Rusdi.

Sementara itu, data terbaru dari Pusdalops BPBD Kaur dan Basarnas jumlah korban putusnya jembatan gantung di Kecamatan Padang Guci ini berjumlah 30 orang, yakni 10 ditemukan meninggal dunia, 20 orang selamat.

Putusnya jembatan gantung ini terjadi pada Minggu (19/1) pukul 15.00 WIB. Pada saat kejadian, jembatan gantung di Desa Bungin Tambun II, Kecamtan Padang Guci Hulu, Kaur ini sedang ramai digunakan warga setempat untuk berfoto dan berdiri di atas jembatan. Namun tiba tiba jembatan putus, mengakibatkan beberapa warga yang sedang berada di atas jembatan terlempar ke sungai yang pada saat itu sedang mengalami peningkatan debit air (banjir bandang).

Arus air yang cukup deras dengan cepat menghanyutkan warga yang terlempar ke sungai. Data pada Selasa (21/1) total warga yang ditemukan meninggal dunia menjadi 10 orang dan 20 orang selamat sebagian mendapat perawatan medis.